Akibat tidak memperhatikan Lingkungan ; Gang Tanpa Nama jadi Langganan Banjir

oleh -151 views

Kuala Pembuang, Jurnal88 – Akibat di guyur hujan tadi malam sekitar pukul 18.35 Wib.daerah bagian Ibu kota Kabupaten Seruyan Kuala Pembuang ini, memang merupakan langganan banjir tahunan meski hujan tidak begitu deras dan bertahan cukup lama,daerah dalam gang tanpa nama ini tetap saja menjadi lokasi Langganan Banjir.

Jalan Gang Tanpa Nama yang tepat nya di samping kediaman rumah camat Kec.Seruyan Tengah (Rantau pulut) yang ada di kota Kuala Pembuang ini, selalu saja kebanjiran meskipun hujan hanya beberapa jam saja,tetap saja ini air akan menggenang dan mengakibatkan banjir yang ketinggian airnya hingga mencapai 10cm.

Kelihatannya dan diduga banjir langganan ini terjadi akibat saluran pembuangan air tersumbat akibat ukuran got atau parit saluran Irigasinya yang dibuat terlalu sempit,hal ini karena ukuran Lbr 50 Cm dan dalam kurang lebih 30 cm hingga tidak mampu lagi menampung air akibatnya banjir.

Menurut salah seorang warga masyarakat yang tinggal di menetap dalam gang tersebut,Bambang kepada wartawan Jurnal88.co.id pada Sabtu (20/06/2020) pagi sekitar jam 09.15 Wib mengatakan, untuk gang ini kalau ada setiap hujan tidak usah satu hari penuh cukup 1 atau 2 jam lamanya hujan turun sudah di pastikan gang tanpa nama ini akan Banjir,”jelasnya.

Memang jalan gang ini sudah sejak dulu langganan Banjir padahal Lokasinya yang berada dalam kota Kuala Pembuang II Kecamatan Seruyan Hilir yang tidak jauh dari jalan depan Gereja yang ada di Kuala Pembuang ini,ungkapnya.

Disamping itu menurut seorang warga masyarakat yang namanya minta tidak dimuat dalam Jurnal88.co.id mengatakan, untuk Gang Tanpa Nama itu sering sekali menjadi langganan Banjir hal ini di sebabkan kurangnya tingkat kesadaran terhadap lingkungan, bahkan untuk melakukan aksi gotong royong aja di ajak sangat susah sekali, artinya tingkat kebersamaan dalam saling menjaga lingkungan agar tidak terjadi Banjir langganan sangat kurang sekali bahkan Tidak ada sama sekali membersihkan lingkungan secara bersama.”ujarnya.

Menurutnya, agar banjir itu tidak lagi ada hanya warga setempatlag yang harus berbuat dan melakukan pembersihan, atau paling tidak kerjasama dalam hal ini gotong royong yang langsung di komando oleh Ketua RT setempat,”ungkapnya. ***Kasim
//////////////////////////////////////////

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *