AYAM POTONG TIDAK BISA MASUK PALANGKA RAYA HANYA ISAPAN JEMPOL

oleh -277 views

Palangkaraya,(JURNAL88)

Melonjaknya harga ayam potong di Kota “Cantik” Palangka Raya terutama di pasar besar (blauran) di picu dengan isu hoax para pedagang yang sesuai informasi gara gara ayam potong dari arah banjarmasin tidak di perbolehkan masuk oleh petugas jaga covid 19, itu hanya isapan jempol belaka saja.

Padahal terhitung ada 10.000 ekor lebih ayam potong kemarin Sabtu (16/5/2020) bisa masuk ke Kota Palangka Raya.

Merebaknya isu kenaikan harga ayam potong ini di respon cepat oleh petugas jaga di pos sebangau Kota Palangka Raya, terutama oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya yang langsung mengajak wartawan media ini untuk menyaksikan di lapangan apakah ada penahanan dan tidak membolehkan angkutan ayam potong ini Memasuki Kota Palangka Raya, berikut penuturan dari pihak Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan dan Sarana Dishub Kota Palangka Raya Hadi Suwandoyo mengatakan, sejak hari pertama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Palangka Raya, sampai saat ini tidak ada pihaknya yang menjaga di pos sebangau (Kalampangan) menahan angkutan ayam potong atau ayam pedaging yang ingin masuk ke Kota Palangka Raya.

“Petugas di pos Sebagau tidak pernah menahan dan atau tidak pernah mengizinkan masuk angkutan ayam potong. Justru angkutan ayam potong kami izinkan masuk terus ke wilayah Kota Palangka Raya,” tegas Hadi kepada awak media ini.

Hadi juga menjelaskan, selain ayam potong pihaknya juga meloloskan atau mengizinkan masuk sembako jenis lainnya seperti, beras, sayur, LPG, minyak solar dan jenis lainnya.

“Intinya kami bertugas sesuai dengan Peraturan Walikota Palangka Raya, bahwa semua jenis sembako tidak ada yang dikembalikan atau tidak boleh masuk ke Kota. Semua jenis sembako tetap boleh masuk ke wilayah Kotak Palangka Raya,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan bahwa harga ayam potong di pasaran Kota Palangka Raya berkisar 35 ribu rupiah per kilo.(YOE/ARF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *