BARU DI PROTES PEDAGANG PEMKO BATAL MENUTUP PASAR BESAR

oleh -348 views

Palangkaraya/JURNAL88

Rencana Pemerintah Kota Palangkaraya untuk menutup Pasar Besar selama tiga (3) hari pada hari jumat, 12 juni 2020 untuk memutus penyebaran wabah covid-19 yang sekian hari terus melonjak kasus Covid -19 tersebut di batalkan untuk menutup Pasar besar, dan di gantikan dengan penyemprotan Pasar besar pada hari minggu tanggal 14 juni 2020.

Hal ini menjadi sorotan publik, karena keputusan yang sudah di sepakati Pemko dan di publikasikan di media massa maupun media online serta media elektronik, ternyata di batalkan untuk penutupan pasar besar selama tiga (3) hari, akibat adanya segelintir pedagang yang protes dengan Pemko Palangkaraya, sehingga Pemko mengurungkan niatnya menutup kawasan pasar besar tersebut.

Namun yang menjadi pertanyaan Publik masa pertimbangan Teknis di kalahkan oleh pertimbangan lain, memang pengakuan pedagang bahwa pasar besar tersebut adalah pasar milik swasta bukan milik pasar pemerintah, hal ini membuat nyali Pemko melemah dan tak berdaya hanya ada oknum oknum segelintir protes atas rencana penutupan pasar besar.

Dan jika Pemerintah Kota Palangkaraya Tegas dan komitmen mengambil keputusan, tentu Pasar besar bisa di tutup, dan masa di provinsi lain yang ada di indonesia mampu mengambil keputusan menutup pasar tradisional tersebut, itu di karenakan kebijakan yang di ambil sangat tegas dan ketegasan itu juga akan bisa memutus penyebaran virus corona, Namun di kota Palangkaraya kebijakan pertimbangan teknis mampu di kalahkan oleh pertimbangan lain dan bagaimana bisa memutus penyebaran virus corona, padahal korban kasus covid – 19 di pasar besar cukup melonjak.

Menurut sebagian pedagang pasar besar tersebut yang sempat berbincang bincang dengan awak media, mereka mengatakan kebijakan Walikota/Pemko Palangkaraya sebenarnya cukup bagus, toh di tutup sifatnya hanya sementara saja, dan tujuan Pemerintah adalah untuk memutus penyebaran virus corona, karena warga kota palangkaraya yang mau berbelanja merasa agak takut ke pasar besar dalam mencari bahan kebutuhan sehari hari, juga takut tertular virus corona, hal ini membuat pasar mulai sepi dan penghasilan pedagang dari segi ekonomi mulai menurun pendapatannya

Memang pasar besar itu adalah milik swasta, namun jika pedagang berpikir matang bahwa sejumlah infrastuktur jalan dan saluran drainase serta lainnya itu milik pemerintah, andai kata pemerintah bisa mengambil keputusan jalan di kawasan pasar di tutup itu sama saja tidak bisa di lewati.

Bagaimana bisa memutus penyebaran virus corona di pasar besar jika kesadaran pedagang sebagian kurang memahami kesehatan, dan juga berdampak kepada pelaku konsumen enggan melakukan transaksi jual beli, apalagi himbauan Pemerintah saja di abaikan pedagang dan pembeli yang seharusnya Jaga jarak, gunakan masker maupun cuci tangan dengan sabun yang sudah di sedia kan pemerintah.

Akan tetapi himbaun tersebut sebagian masih mengabaikan, dan di sisi lain pemerintah kota di nilai gagal dalam mengambil keputusan, keputusan yang sudah terencana dengan baik ternyata malah buram alias masih bayang bayang (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *