BEBERAPA USAHA PENGOLAHAN KAYU YANG TIDAK JELAS TERKAIT IJIN NYA DI BARUT

oleh -474 views

Muara Teweh – Usaha Dagang Pengolahan Kayu di Kab. Barito Utara sedang marak. Yang terbaru adalah berdirinya usaha pengolahan kayu jenis sawmil di Desa Sei Rahayu 2. Kec. Teweh Baru. Kab. Barito Utara. Prov. Kalimantan Tengah.

Nama perusahaan yang dipajang di muara jalan masuk ke lokasi sawmil bernama USAHA DAGANG SUMBER ALAM. Tertera juga Izin Usaha dikeluarkan 16 Desember 2020, NIP.0206010241369, IMB.648.7/273/DPMPTSP/2020, tanggal 21 Desember 2020,
Ijin Reklame 510.12/372/DPMPTSP tanggal 21 Desember 2020.

Ketika media ini menanyakan dokumen sebagaimana tertera dalam banner/plang merek perusahaan tersebut, Angga yang diakui beberapa karyawan yang berada di lokasi sawmil sebagai orang kepercayaan pemilik perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen perusahaan tersebut

“Maaf pak, saya hanya disuruh mengawasi kegiatan ini, yang memegang dokumen adalah kantor di Palangka Raya” ujar Angga berdalih sembari memberikan nomor telepon atas nama Abdul yang disebut sebut sebagai bos perusahaan tersebut.

Abdul ketika dikonfirmasi lewat telp dan SMS , tidak berhasil, teleponnya tidak pernah diangkat dan SMS selalu tertolak alias tidak masuk.

Media inipun mempertanyakan kebenaran ijin usaha dagang bidang pengolahan kayu Sumber Alam ke kantor DPMPTSP Prov. Kalimantan Tengah. Akan tetapi media ini lagi lagi tidak mendapat apa apa dari staf kantor DPMPTSP Prov. Kalimantan Tengah.

Salah satu staf kantor DPMPTSP Prov. Kalimantan Tengah kepada media ini mengatakan bahwa media ini terlebih dahulu harus membuat surat permohonan baru ditanggapi oleh pimpinan kantor DPMPTSP Prov. Kalimantan Tengah.

Apakah sesulit itu mendapatkan informasi izin Usaha Dagang? Apakah karena izin tersebut adalah izin sawmil yang berhubungan dengan kayu? Apakah data dan informasi Izin Usaha Pengolahan Kayu adalah data dan informasi yang dikecualikan kepada media?

Lokasi perusahaan usaha pengolahan kayu yang tidak jauh dari Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu, KM.52 tersebut sedang dibangun mesin mesin sawmill ukuran besar, pengurukan tanah untuk bangunan infrastruktur dan pembuatan jalan dengan alat berat. Kayu kayu log terlihat tersusun dekat mesin sawmil. Terlihat juga tangki BBM ukuran besar terletak tidak jauh dari mesin mesin sawmil.

Salah satu warga yang sekaligus bekerja sebagai staf Kantor Desa Sei Rahayu 2 mengakui kepada media ini bahwa pembangunan perusahaan tersebut tidak ada ijin dari Kantor Desa Sei Rahayu 2.

“Sepengetahuan saya belum ada ijin dari Desa Sei Rahayu 2 pak. Pemberitahuan saja secara resmi ke kantor desa sepengetahuan saya tidak ada” kata warga sembari meminta namanya tidak ditulis di media.

Semoga pemerintah dan instansi terkait dapat melakukan monitoring dan pengawasan terhadap perusahaan pengolahan kayu hutan demi menjaga kelestarian hutan khususnya di Kabupaten Barito Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *