BELUM SAATNYA KOTA PALANGKARAYA PERSIAPAN MENUJU FASE NEW NORMAL

oleh -158 views

PALANGKARAYA.(jurnal88.co.id)

Penerapan new normal di daerah baru bisa dilakukan jika laju penyebaran corona telah menurun 50% dari puncak kasus selama tiga pekan berturut-turut.

Menurut ofJuru bicara nasional penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan penerapan tatanan kebiasaan baru atau new normal tidak bisa asal-asalan dilakukan di daerah. Banyak syarat yang harus dipenuhi ketika daerah mau menerapkan tatanan Fase normal baru.

Setidaknya ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menerapkan tatanan Fase normal baru di daerah. Pertama, laju penyebaran corona telah menurun 50% dari puncak kasus selama tiga pekan berturut-turut.

Kedua, rata-rata penambahan kasus positifnya harus menurun lebih dari 5% dari kasus yang sudah diperiksa.

Ketiga, pemerintah juga mempertimbangkan sistem kesehatan di daerah bersangkutan sebelum menerapkan tatanan kebiasaan normal baru. “Di antaranya penggunaan tempat tidur ICU dalam dua pekan terakhir dan sistem surveillance yang dilakukan,” kata Yurianto.

Jika semua aspek tersebut telah terpenuhi, maka pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi terkait penerapan tatanan normal baru. Ini dilakukan guna mengedukasi masyarakat terkait apa saja yang harus dilakukan saat tatanan normal baru diterapkan.

Selain sosialisasi, pemerintah daerah harus melakukan simulasi penerapan tatanan normal baru yang seusai dengan protokol kesehatan. “Oleh karena itu bukan sesuatu yang mudah dan sepihak bahwa kenormalan baru bisa dilakukan,” kata Yurianto.

Dia pun meminta masyarakat ikut berperan aktif dalam kebijakan tatanan normal baru di berbagai daerah. Karena kebijakan itu bisa berjalan baik jika masyarakat ikut ambil bagian saat perancangannya.

Lebih lanjut, Yurianto meminta agar penerapan tatanan normal baru tidak diartikan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya. Masyarakat tetap harus hati-hari dan menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak jadi euforia baru bahwa kenormalan baru membebaskan kita beraktivitas seperti sebelum pandemi Covid-19. Kita harus bergerak, harus produktif, namun tetap aman dari Covid-19,” kata dia.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *