DEBAT PERDANA PASLON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR KALTENG DINILAI TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN MASYARAKAT

oleh -770 views

PALANGKARAYA.(jurnal88/

Debat kandidat perdana calon gubernur dan wakil gubernur kalteng antara Pasangan Calon Incumbent H. Sugianto Sabran- Edy Pratowo dan Pasangan Ben Brahim S Bahat- H Ujang Iskandar, Sabtu (7/11/2020) malam.

Yang di selenggarakan
di Swissbell Hotel Danum Palangkaraya, yang disiarkan langsung oleh TVRI lokal maupun saluran Youtube.

Debat Tahaf Pertama tersebut dengan ” memperkokoh persatuan dan kesatuan serta pemerataan pembangunan dan kebijakan penanganan covid,-19

Dari hasil siaran langsung TVRI Kalteng tersebut pasangan calon gubernur saling mengungkit keburukan kepemimpinan masing masing paslon, dalam debat tahap pertama tersebut dinilai sangat membingungkan masyarakat kalteng karena saling mengungkit kasus lama, hal ini seharusnya tidak pantas di ucapkan oleh masing masing paslon.

Dan seharusnya sesuai dengan tema tersebut, jika hal debat paslon saling mengkritik itu hal yang wajar, namun jika saling menjelekan itu di nilai tidak wajar

Menurut Ferdinan (45) tahun warga kabupaten Gunung Mas ketika berbincang bincang dengan awak media jurnal88 di Palangkaraya ” Dia mengatakan bahwa debat calon gubernur dan wakil gubernur yang di siarkan langsung oleh TVRI lokal maupun Youtub bahwa debat paslon baik nomor satu (01) maupun nomor dua (02), dinilai sangat membingungkan dan seharusnya sesuai dengan Tema dan Program, bukan saling menunjukan ke masa lalu.

Menurut ” Saya Pribadi ” menjadi seorang pemimpin itu bukannya mudah seperti membalik telapak tangan, memimpin satu kabupaten saja masih banyak yang belum tersentuh program dan masih banyak yang perlu di benahi, apalagi memimpin 13 kabupaten dan 1 Kota perlu waktu panjang, itupun masih banyak yang perlu di programkan.

Dan yang bisa menilai suksesnya seorang pemimpin dalam suatu program itu adalah masyarakat kalteng, karena di mana masyarakat itu tinggal di situlah adanya program pemerintah, jadi yang merasakan adanya program pemerintah adalah masyarakat, dan tidak adanya program itu juga masyarakat.

Biarlah masyarakat yang menentukan pilihannya tanpa di beri janji, masyarakat perlu bukti bukan janji, ucapnya.(Gusti.F)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.