Desi Safitri, S. Pd Kembali Berkarya Dengan Tulisan Yang Berjudul “Rindu Selfie Bersama Siswa

oleh -392 views

Palangka Raya, (jurnal88) – Keseharian sebagai seorang pengajar tidaklah mudah, namun bagi salah satu guru cantik yang bernama Desi Safitry, S. Pd ini hal tersebut selalu membawa dirinya terinspirasi sebagai seorang penulis. Banyak sudah buku-buku yang terbit hasil tulisan tangannya.

“Saya adalah satu guru yang paling disegani dan paling disukai siswa-siswiku. Mulutku kalau sudah berbicara tentang tugas pasti pedas. Kubilang harus dikumpulkan tepat waktu, jika tidak nilai di raport nol. Tetapi, aku juga guru yang paling care dengan siswa-siswiku. Jadi, mereka sudah tahu watakku. Misalnya, sebelum aku masuk kelas buku diktat harus ada atau mereka mendapatkan sanksi sesuai kesepakatan bersama”ungkapnya

Desi juga mengatakan ada banyak hal yang didapatkan saat bersama siswa-siswi di sekolah. Kami biasanya, selesai belajar yaitu melakukan selfie. Selfie di kelas, di depan cermin, di lapangan, bahkan selesai upacara ramai-ramai berselfie ria. Saya juga guru yang suka membalas chat wa siswa-siswi dengan kata “Ok Bro. ” Atau di kelas saat pembukaan pelajaran saya biasa suka berkelakar dengan bahasa gaul sekarang. ” Selamat pagi, bro, sis, yo kita berdoa dulu dan belajar dengan bahagia. ” Mereka semua tertawa.

“Pernah suatu hari ketua kelas sedang sibuk, sekretaris kelas juga tidak ada sedang mengikuti lomba di salah satu sekolah. Ketua yang sekaligus ketua OSIS sedang sibuk mengurus berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan di sekolah. Saat itu masuk jam pelajaran saya. Masuk kelas buku diktat tidak ada. Saya langsung melotot dan keluar dari kelas, dari kejauhan saya melihat ketua kelas lari terbirit-birit sambil membawa buku diktat. Sampai dihadapan saya, langsung meminta maaf karena tidak ada konfirmasi dengan saya. Saya bilang, sekali lagi diulangi saya tidak perduli karena sesuai kesepakatan ada sanksi, kali ini saya maafkan. Ia mengangguk dan masuk kelas dengan nafas ngos-ngosan”. jelasnya

Ia juga sempat membahas masalah covid-19, karena sampai saat ini masih tak kunjung berakhir. Padahal jiwa seorang guru atau pengajar tentu merindukan siswa dan siswinya disekolah. Seperti yang sempat ia utarakan didepan awak media jurnal88.co.id.

“Musibah ini semoga cepat berlalu, lekaslah pamit wahai kau virus corona. Sudah lumayan bosan rasanya berdiam diri di rumah. Rindu pada sekolah sedikit-sedikit mulai tumbuh, rindu melihat siswa-siswi berkeliaran keluar kelas. Rindu juga mendengar suara gaduh mereka. Agar kami bisa berkumpul ria lagi, berselfie bersama, sampai nanti mereka akan menjadi orang-orang sukses untuk diri sendiri, orang tua dan negara ini”. Tandasnya (erikson)

(Penulis adalah seorang Guru Bahasa Indonesia, Mengajar di SMK AL-ISHLAH Palangka Raya, Kalimantan Tengah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.