DPW IHB KALTENG MENGGELAR DIALOG PRO DAN KONTRA HUTAN ADAT DESA KINIPAN

oleh -219 views

PALANGKA RAYA.(jurnal88.co.id)

Dewan Pengurus Wilayah Indonesia Hebat Bersatu (DPW-IHB) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar dialog publik pro kontrak hutan adat Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Hotel Hawai, Jalan Bubut No.3, kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Senin (07/09/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut pihak DPW IHB ingin memberikan perimbangan terhadap informasi yang beredar luas di media sosial. maka dengan melalui dialog publik ini,
ketua Pelaksana Ingkit B.S. Djaper mengatakan, bahwa dialog ini tujuannya ialah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas yang kurang memahami kasus tersebut.

Serta Dialog tersebut ini juga bertujuan memberikan informasi maupun edukasi kepada masyarakat khususnya masyarakat desa yang terdampak langsung oleh informasi yang
menghasut maupun yang bersifat provokasi.

Sementara itu masih di lokasi yang sama, Ketua Umum (Ketum) DPW Indonesia Hebat Bersatu (IHB) Provinsi Kalimantan Tengah, Thoeseng T.T Asang, S.Hut, MM menyampaikan hasil investigasi terkait konflik di Desa Kinipan.

Yang salah satunya, antara kelompok masyarakat yang mengklaim adanya kawasan hutan adat di areal PT. Sawit Mandiri Lestari (SML).

Dari hasil investigasi dan data yang kami himpun berdasarkan akurasi data oleh Tim DPW IHB Kalteng tentang adanya kawasan hutan adat di areal PT. SML yang diklaim oleh sejumlah oknum/kelompok yang mengatasnamakan masyarakat Desa Kinipan

“dengan ini kami nyatakan hal tersebut tidak ada. Kawasan murni menjadi Hak Guna Usaha PT SML,” ucap Thoeseng Asang pada saat dialog publik yang dihadiri oleh para narasumber dan media massa di aula Hotel Hawai

Dan ketum lebih lanjut juga mengatakan, bahwa proses pembukaan lahan PT. SML telah memenuhi prosedur berdasarkan ketentuan yang berlaku, dan sebelum melakukan penggarapan lahan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Pada dua belas (12), desa di kecamatan kabupaten Lamandau.

Sedangkan dalam kawasan areal Hak Guna Usaha (HGU) bahwa PT. SML terdapat hutan konservasi dengan luas 1.000 Ha, yang menjadi kewajiban PT. SML untuk memelihara kelestariannya.(RED88)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *