DUA KELUAGA SATU KK JADI PENERIMA (BLT-DD) 2020 DESA PEMATANG PANJANG

oleh -315 views

Kuala Pembuang, Jurnal88.co.id – Akibat salah yang didata atau pemilik dalam KK tidak dipecah diganti dan dilakukan perubahan kepada disdukcapil kuala pembuang guna terbit data yang baru masalahnya sang buah hati (anak) sudah punya keluarga sendiri.

Jadinya sang ibu tidak terdata dan hingga akhirnya pemegang KK yang pertama harus mengusul kembali ke kantor Desa Pematang Panjang, dalam hal ini kepada Kades”‘Kadiran” usulan menjelang hari terakhir penyerahan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) Tahun 2020.

Tindakan desa bersama perangkat desa dan pihak kecamatan serta pihak kantor Pos langsung koordinasi bersama guna mengambil keputusan dan kesimpulan yang akhirnya sebut saja Ibu UMI juga mendapatkan haknya sebagai Penerima Bantuan Dana Covid 19 dari BLT-DD Tahun 2020 ini untuk penyaluran dana langsung ke masyarakat tahap Dua.

Menurut Kades Pematang Panjang, Kasian kepada wartawan Jurnal88.co.id pada siang ini pada jam kedua yang bersangkutan masih bisa menerima dengan syarat ada membuat surat Pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak pernah menerima bantuan dana dari pemerintah daerah maupun pusat.

Hal ini dilakukan tidak lain hanya demi menjaga, agar Penerima bantuan tidak ada dobell atau ganda yang tumpang tindih atau juga menerima bantuan BLT dan dari Provinsi juga menerima, yang jelasnya pada hari pertama kemaren menurut dia ada yang ganda menerima bantuan, sehingga harus kami minta pilih salah satu saja,”jelasnya.

Dia juga menambahkan, kalaupun setelah ini semua selesai namun nantinya masih ada masyarakat desa kami yang tertinggal dan tidak menerima dana Bantuan terdampak Covid 19 sama sekali, kalau nantinya ada bantuan bertahap akan kami usulkan kembali, dan kita hanya bisa berharap mudahan saja masih ada,”harapnya.

.
Disamping itu, kadang juga bisa terjadi kaya ibu umi ini, mereka bisa saja sudah di data oleh pihak lain, kaya dulu mereka sudah di rada oleh dinas terkait, sehingga data yang masuk akhirnya ganda, sehingga kami di desa perlu antisipasi melakukan Prefikasi data supaya tumpang tindih tidak terjadi, dan data yang ada ini sudah sangat baik sekali,”jelasnya***(Kasim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.