GIATKAN PROTOKOL KESEHATAN DI SEKTOR KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KALTENG

oleh -341 views

KALTENG. (jurnal88.co.id)

Pariwisata di Kalimantan Tengah menjadi salah satu sektor yang terimbas dampak dari pandemi COVID-19. Pada bulan Januari dan Februari 2020, kegiatan kesenian dan kebudayaan sempat berjalan dengan normal termasuk kegiatan pariwisata. “Memasuki bulan Maret sampai sekarang November kita sama-sama mengalami dan merasakan bagaimana sektor pariwisata juga ikut terdampak” ucap Dr. Guntur Talajan, SH., M.Pd selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah saat menjadi narasumber dalam acara Webinar, Rabu, (18/11/2020)

Pandemi COVID-19 yang masuk ke Indonesia sejak bulan Maret yang lalu telah mengakibatkan pemerintah harus menutup tempat-tempat wisata yang berada di seluruh daerah Kalimantan Tengah serta mengatur ulang kegiatan kesenian dan kebudayaan yang telah diprogramkan sebelumnya.
Hal tersebut berdampak kepada jumlah wisatawan yang berkunjung dan berwisata di Kalimantan Tengah. “Kami berupaya untuk melakukan disiplin yang tinggi bagi pelaku wisata. Salah satunya upaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung meskipun masih di masa pandemi COVID-19 seperti ini” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2018-2019 jumlah kunjungan wisatawan sangat luar biasa tetapi karena adanya COVID-19 ini pastinya target tidak dapat tercapai.Contohnya wisatawan pada tahun 2019 mencapai 61.479. Dan target Pemprov untuk jumlah wisatawan pada tahun ini sebanyak 30.650 orang.

Tetapi karena kegiatan dan tempat-tempat wisata semua tutup dan tidak diizinkan maka jumlah tersebut mungkin saja tidak dapat diraih. “Berkaitan dengan kondisi bencana non alam saat ini yaitu COVID-19, kita berupaya dengan strategi dan program yang kita jalankan dengan mengikuti peraturan baik dari pusat maupun daerah khususnya dalam sektor pariwisata dengan mematuhi protokol kesehatan.” jelasnya. Pemprov sedang berupaya untuk memulihkan serta membangkitkan kembali sektor pariwisata dan budaya di Kalimantan Tengah.

” Ia menegaskan bahwa melihat kondisi saat ini yang sudah mulai membaik maka Pemprov melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Tengah. Koordinasi-koordinasi yang dilakukan adalah berkaitan dengan pembukaan kembali tempat-tempat destinasi wisata yang ada di daerah. “Saat pandemi ini menurun bertahap ,kabupaten/kota dengan zona hijau sudah mulai membuka usaha wisatanya”ucapnya. Pemprov tetap memberikan dukungan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan promosi dan memasarkan tempat-tempat destinasi wisata yang sudah diizinkan.

Tempat wisata yang telah diizinkan buka seperti Desa Pilang Kabupaten Pulang Pisau yang saat pembukaannya kembali dihadiri langsung oleh Direktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Termasuk juga Wisata Alam Tanjung Puting di Pangkalan Bun yang dibuka kembali langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat berdasarkan pada surat izin dari Pemerintah Pusat yakni Menteri DLH dan Kehutanan. Daerah yang masih termasuk dalam zona oranye, kuning dan bahkan zona merah pada saat ini masih belum diperbolehkan untuk membuka kembali tempat-tempat destinasi wisata.
Selanjutnya dalam kesempatan tersebut, Kadisbudpar Provinsi Kalimantan Tengah tersebut juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pengembangan kelembagaan tata kelola untuk destinasi wisata melalui pembinaan para pelaku usaha wisata yang ada di seluruh daerah Kalimantan Tengah

” Kegiatan pertemuan memberikan pelatihan untuk SDM pelaku pariwisata kita yang ada di kabupaten/kota.Ini upaya kita untuk mengedepankan dan memprogramkan pelayanan publik dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan” tegasnya.

Hal tersebut juga karena seluruh daerah di Kalimantan Tengah telah diberi ketentuan dan peraturan untuk pengaturan protokol kesehatan di sektor kebudayaan dan pariwisata. Kemudian Ia pun juga mengharapkan adanya inovasi dan kreativitas dari para pelaku usaha pariwisata di daerah dalam mengikuti serta menghadapi inflasi di masa pandemi COVID-19 serta mendorong perencanaan tiap pihak untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan-perubahan dalam pelayanan dalam sektor pariwisata.

Pandemi COVID-19 tersebut berimbas juga kepada para pelaku usaha seni dan wisata. Guna menghadapi hal tersebut, Dr. Guntur Talajan, SH., M.Pd menyampaikan bahwa Pemprov Kalimantan Tengah telah memberikan perhatian berupa bantuan sosial dalam bentuk tunai dan barang yang ditujukan kepada para pelaku seni dan budaya. Selain itu juga telah mendapatkan bantuan perorangan yang disalurkan melalui sanggar dan paguyuban yang ada di Kalimantan Tengah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Lalu, bantuan sembako sebanyak 805 paket dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang seluruhnya telah disalurkan langsung kepada para pelaku kesenian dan kebudayaan yang ada di Kalimantan Tengah. Penerima bantuan tersebut juga adalah para pelaku usaha pariwisata kapal susur sungai dan karyawan-karyawati perhotelan, restoran dan kafe.

Dr. Guntur Talajan juga mengharapkan masyarakat baik para pelaku usaha pariwisata maupun pengunjung untuk mendukung usaha pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. “Pada saat ini kami berharap kepada seluruh masyarakat mari kita kuatkan tekat dan kerjasama kita untuk tetap menjaga kesehatan kemudian yakin 2021 nanti sektor kebudayaan dan pariwisata ini akan bangkit kembali bila COVID-19 berakhir.” ucapnya diakhir. Ia juga menjelaskan bahwa Pemprov Kalimantan Tengah telah membuat program untuk tahun 2021 kelak dan saat ini sudah dalam proses finalisasi khususnya untuk sektor kebudayaan. Hal tersebut sebagai upaya untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata dan kebudayaan serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kalimantan Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *