HUTAN LINDUNG PENYANGGAH BANJIR DAN LONGSOR DI KEC. DELANG PERLU DI PERTAHANKAN AGAR SETIAP HUJAN TURUN TIDAK MENIMBULKAN BANJIR BANDANG

oleh -555 views

LAMANDAU.(jurnal88.co.id) Curah hujan yang turun hari kamis hingga sore jum’at 10/7/2020, membuat banjir bandang di beberapa desa jalan lintas kalteng kalbar lumpuh total hingga jum’at malam yang menyebabkan akses lalu lintas dari desa kudangan tidak bisa di lalui kendaraan roda dua hingga empat jenis apapun

Menurut nara sumber dari desa Sungai Tuat dan desa Tanjung Beringin, bahwa titik banjir yang sangat parah adalah desa Sungai Tuat, Tanjung Beringin, Cuhai, Kawa, Karang Taba, dan desa Penopa.

Sehingga angkutan umum seperti travel, bis damri jalur Pangkalanbun-Pontianak Harus terhenti di desa Sungai Tuat dan travel dari Nanga Bulik/Lamandau harus terhenti di desa Penopa sehingga para penumpang menderita tidak bisa melanjutkan perjalanan sampai menunggu hingga air surut lintas Kalteng-Kalbar pada saat ini, walau pun dari pihak Tagana sudah berupaya membantu di titik-titik banjir tersebut namun tidak bisa terkaper (tertangani) semuanya mengingat titik banjir sangat banyak di sepanjang jalan lintas tersebut ujar pak Erhamsyah tokoh masyarakat desa tanjung beringin pada kami jum’at 10 Juli 2020 pukul 17.30 WIB yang lalu.

Di tempat terpisah pak Martinus yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lamandau mengatakan bahwa banjir kali ini tidak seperti biasanya. dan untuk yang akan datang nanti bahwa hutan lindung yang jadi penyangga dari desa Riam Penahan – desa Kubung Kecamatan Delang benar-benar di lindungi dan di pelihara jangan sampai di jadikan Perkebunan Kelapa Sawit oleh pihak ketiga/ siapa pun itu.
Dan apa bila tertebang hutan lindung sebagai penyanggah di kecamatan Delang tersebut maka banjir dan longsor akan terjadi setiap kali hujan turun tuturnya pada awak media jurnal88.co.id kabupaten Lamandau.(Eddy Trobos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.