IDE KREATIF UMKM OLAH MASKER ROTAN SAAT PANDEMI

oleh -557 views

KALTENG. (jurnal88)

Gelombang besar yang disebabkan oleh pandemi nyatanya sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi negara. Sudah banyak pula bisnis yang berguguran dan terpaksa untuk gulung tikar karena menurunnya pemasukan yang disebabkan oleh pandemi. Seluruh sektor bisnis tentu saja berupaya untuk mempertahankan kondisi ekonomi mereka, terlebih sektor UMKM.

Bisnis UMKM kini bertahan dengan cara menggunakan kegiatan melalui online atau daring. Adanya jaringan internet kini membantu para pembisnis UMKM harus melakukan adaptasi terhadap perubahan ini. Maka dari itu adanya media sosial juga turut membantu berbagai kemudahan dari strategi yang diterapkan saat pandemi ini.
Ada banyak ide kreatif bisnis yang muncul di masa pandemi corona. Salah satunya yaitu pengrajin rotan khas Kalimantan Tengah, Ibu Niang menyampaikan bahwa pada awal pandemi tidak dapat dipungkiri bahwa terjadi penurunan pada omset penjualan produknya.

Masyarakat dituntut untuk beradaptasi serta menciptakan inovasi-inovasi baru agar usahanya dapat bertahan. Oleh karena itulah ibu Niang mulai berupaya untuk mengembangkan ide-ide yang dimilikinya sekreatif mungkin. “Kami membuat masker dari rotan sebagai inovasi di masa pandemi ini” ucapnya.

Uniknya masker yang diciptakan dari hasil ide kreatif Ibu Niang tersebut adalah pembuatannya yang menggunakan rotan sebagai bahan utama. Rotan merupakan salah satu produk unggulan yang khas dari provinsi Kalimantan Tengah. Tanaman rotan tersebut hingga saat ini masih dilestarikan serta dibudidayakan di daerah Kalimantan Tengah. Kerajinan tangan yang diolah dari rotan sampai saat ini pun sangat diminati oleh masyarakat daerah maupun nasional

.
Masker rotan buatan Ibu Niang tersebut menjadi sangat diminati oleh pelanggannya bahkan masyarakat dari berbagai kalangan. Awalnya ia dan karyawannya membuat beberapa desain. Hal ini menarik minat banyak masyarakat bahkan banyak pula yang meminta dibuatkan masker dengan desain sesuai keinginan pelanggan. Selain memiliki manfaat guna mencegah penyebaran COVID-19 dengan menggunakan masker, produk masker tersebut juga telah membantu mengangkat ciri khas dari budaya suku Dayak Kalimantan Tengah dengan menggunakan rotan. Jadi secara tidak langsung membantu menjaga kearifan lokal Kalimantan Tengah.

” Selama pandemi pemasaran produk “Jawet Niang” memanfaatkan media sosial. Selain, penjual dapat dengan mudah melakukan kontak dengan pelanggan atau konsumen. Dengan media sosial sebagai alat untuk berinteraksi dengan mudah dan cepat sehingga penjual lebih akrab dan dekat dengan pelanggan serta dapat memantau apa kebutuhan pelanggan dan dapat menerima kritikan yang menjadi evaluasi untuk penjual.
Banyak keuntungan yang dapat dirasakan oleh Ibu Niang, dengan memanfaatkan penggunaan media sosial selama pandemi, seperti mudahnya mendapatkan konsumen karena meningkatnya jumlah konsumen yang beralih menggunakan media sosial, dan kemudahan proses penjualan dan promosi karena konsumen dapat dengan mudah mengakses dan melihat langsung produk yang dijual pada media sosial.
(fr/diskominfosantikkalteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.