INI PENJELASAN DR. AGUSTIN TERAS NARANG TERKAIT DENGAN LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN PULANG PISAU

oleh -369 views

Palangka Raya, (jurnal88) – Berdasarkan data yang saya terima, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengusulkan lahan seluas 165.000 hektar lahan yang terbagi dalam tiga blok untuk pengembangan pertanian.

Di mana blok A lahan seluas 44.551 hektar yang meliputi Dadahup, Lamunti dan Palingkau. Blok B lahan seluas 11.230 hektar yang meliputi Mantangai, Jabiren dan Kaladan. Dan, blok D lahan seluas 38.400 hektar yang meliputi Mentaren, Mintin, Belanti I, serta Belanti III.
Dari luas lahan yang diusulkan tersebut, dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 85.194 kepala keluarga (KK).

Jumlah KK itu nantinya disebar ke Lamunti dan Dahahup serta Palingkau sekitar 42.378 KK, ke Pulang Pisau 10.000 KK, dan 32.816 KK di wilayah lainnya. Dan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut, diusulkan dengan melakukan tiga tahap. Itu sebagian kecil informasi yang saya terima ucap Agustin Teras Narang kepada para pegiat dan pemerhati lingkungan maupun sosial kemasyarakatan, serta beberapa kepala desa dan petani yang ada di Kalteng dalam temu virtual via zoom bertema “Food Estate dan Cetak Sawah di Kalimantan Tengah”, Minggu (21/6/2020) siang.

“Selain menyampaikan informasi tersebut, saya juga mengajak berbagai pihak tersebut memberikan pandangan, masukan maupun saran terkait rencana pengembangan sektor pertanian di Kalteng tersebut. Sebab, menurut saya, rencana tersebut satu sisi merupakan peluang besar bagi Provinsi Kalteng, tapi di sisi lain tantangan yang dapat berdampak dan membuat masyarakat Kalteng menjadi penonton ataupun new minority”.ucapnya

Terkait dampak yang mungkin ditimbulkan dari rencana pengembangan pertanian itu, kita tidak bisa semata-mata hanya berteriak, tapi harus berbuat. Tentunya, berbuat tersebut alangkah baiknya apabila semua komponen bersatu dan bersama-sama memikirkan serta menyepakati langkah maupun pendekatan seperti apa yang akan dan terus dilakukan.

Alangkah baiknya lagi, kita memiliki pemahaman dan tekad yang sama, serta benar-benar memiliki dorongan yang sama untuk memberdayakan masyarakat Kalteng. Jangan sampai kita masing-masing bicara dan tidak didengarkan. Apalagi dengan melakukan demonstrasi dan pertemuan yang sifatnya unjuk rasa.

Agustin Teras Narang juga menyampaikan, demonstrasi dan pertemuan bersifat unjuk rasa, bisa-bisa saja dilakukan. Tetapi, harapannya kita tetap harus punya goal ataupun tujuan yang sama. Yakni, bagaimana kita memanfaatkan rencana pengembangan pertanian di Kalteng berdampak besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kalteng, khususnya Utus Itah. Dengan begitu, rencana pengembangan pertanian tersebut tidak membuat masyarakat Kalteng menjadi penonton ataupun new minority.

“Saya menyarankan, mari duduk bersama, yakni pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pegiat dan pemerhati lingkungan maupun sosial masyarakat, akademisi, perwakilan petani, serta berbagai pihak lainnya. Di mana duduk bersama itu untuk mendengarkan dan mengetahui secara jelas program pengembangan pertanian termasuk kondisi infrastruktur, bagaimana sistem dan tenaga kerjanya. Sebab, menurut saya, semua pihak perlu memahami semua itu, khususnya soal tenaga kerja yang jumlahnya mencapai 85.194 KK. Apakah pemenuhan tenaga kerja tersebut hanya memanfaatkan yang sudah ada di Kalteng, atau menambah dari provinsi lain. Kalaupun menambah tenaga kerja dengan mendatangkan dari provinsi lain. Jangan sampai sembarangan. Tentunya harus yang benar-benar bisa melaksanakan tugas untuk food estate”. Tuturnya (erikson)

Sumber @ akun fb DR AGUSTIN TERAS NARANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *