JANJI TINGGAL JANJI BANTUAN SEMBAKO DARI BANSOS TAK KUNJUNG DIBAGIKAN

oleh -189 views

Palangkaraya.(JURNAL88)

Sebentar lagi Kota Palangkaraya, akan melakukan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB), Karena SK.PSBB dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sudah di setujui, dan bagaimana nasib ribuan warga yang wilayahnya masuk zona merah covid-19, sungguh pilu nasib ribuan warga yang sudah hampir (2) dua bulan di data melalui Rukun Tetangga.(RT) pada masing masing perumahan pemukiman di kota Palangkaraya,

Dan bagaimana dampaknya jika Penyaluran Sembako belum juga terealisasi kepada masyarakat kota Palangkaraya, dan bsgaimana jika PSBB di ber lakukan, seharus pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemko Palangkaraya, segera merealisasikan penyaluran bantuan Bansos tersebut melalui RT masing masing, karena SK,PSBB kota Palangkaraya sudah di setujui Kemenkes RI.

Dan bagaimana nasib warga yang terkatung katung menunggu janji janji Bansos tersebut, janji tersebut sudah hampir dua bulan lamanya, Pemerintah seharusnya tidak perlu menjanjikan bantuan sembako, kepada warga tidak mampu, sehingga janji tersebut di pertanyakan terus oleh warga palangkaraya, kasihan warga terkatung katung menunggu harapan, bantuan sembako dari bansos.

Dari hasil penelusuran awak media di lapangan, memang sejumlah bantuan yang di salurkan pemerintah kota berupa sembako hanya ada pada tempat tempat tertentu, dan itupun tidak tepat sasaran, malah yang menerima ekonominya masih terbilang mampu,dan kita memahami bahwa pemerintah menyerahkan bantuan sembako, berdasarkan data oknum tertentu,

Sedangkan bantuan sembako dari Gubernur dan Agustiar sabran adalah uang pribadi yang di kemas menjadi satu paket sembako, dan di bagikan gubernur duet agustiar langsung pada sasaran yang berhak menerima, berberapa SKPD juga turut serta membantu Paket sembako kepada warga, namun bantuan tersebut di duga doble, bukan hanya itu pihak pengusahapun ikut berpartisipasi membagikan sembako, dan bagaimana yang menerima dan belum pernah menerima sembako.

Keluarnya SK.PSBB kota Palangkaraya, bakal menjadi delema bagi warga, PSBB bisa berjalan kecuali janji pemerintah kepada warga kota palangkaraya terpenuhi jaminan hidup yaitu di rumah saja, namun warga semakin bingung merubah nasib, peluang pekerjaan maju mundur, usahapun menurun, dampak covid 19, belum lagi jaminan bagi kuli tinta/jurnalis di lapangan dan nasib rekan rekan semakin sulit, tidak masalah bagi rekan rekan jurnalis yang memiliki gajih tetap, namun bagaimana nasib mereka yang tidak memiliki gajih, karena apalagi jurnalis rawan dengan covid 19, di karenakan sering berhubungan dengan orang banyak.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *