KEJAM..! Cabuli Pelajar Hingga Hamil, Oknum Kades dan Perangkatnya Ditangkap Polres Katingan

oleh -270 views

Katingan, (jurnal88)

Oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Katingan, Hen (47) beserta perangkatnya Alw (39) dan Nik (24) diduga mencabuli seorang perempuan yang masih dibawah umur sebanyak delapan kali.

Kades dan perangkatnya yang kini ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolres Katingan atas dugaan pencabulan terhadap Bunga (17) (bukan nama sebenarnya) sejak bulan Juli 2019 hingga Mei 2020.

“Para tersangka merupakan kepala desa dan perangkat Desa Tewang Manyangen. Korban berusia 17 tahun, siswi salah satu Sekolah Menengan Atas di Kecamatan Tewang Sangalang Garing,” ungkap Kapolres AKBP Andri SIswan Ansyah, S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim Iptu Adhi Heriyanto, S.H., Rabu (8/7/2020) siang.

Berdasarkan keterangan dari korban, persetubuhan ini terjadi di beberapa tempat berbeda, mulai dari perumahan Guru SMP 1 Tewang Manyangen, Perumahan BTN Kasongan Baru, lokasi tambang emas Talian Kereng, di semak kebun desa, di rumah Kades bahkan di kantor Desa Tewang Manyangen.

Kasatreskrim menjelaskan, tersangka Nik (24) tiga kali melakukan persetubuhan di Perumahan Guru, BTN Kasongan Baru dan tambang emas Desa Talian Kereng, Kecamatan Katingan Hilir. Tersangka memaksa walaupun korban melawan karena tidak berdaya dan dibawah tekanan sehingga terjadi persetubuhan itu.

Tersangka Alw (39) mencabuli satu kali terhadap korban di ladang atau kebun Desa Tewang Manyangen. Saat masa tanam padi korban dibujuk untuk diantar pulang, ditengah jalan tersangka berhenti dan mendorong korban hingga jatuh kesemak. Korban melawan namun tersangka mengancam untuk tidak membicarakan ke orang lain.

Sedangkan tersangka Hen (47) melakukan persetubuhan sebanyak empat kali, saat ada acara hajatan, korban diminta untuk ke rumah Kepala Desa, disana tersangka mengikuti korban, sesampai di rumah, tersangka menarik tangan korban dan memaksa.

Kemudian juga tersangka menyetubuhi korban dengan memaksa dan mengancam korban di kantor Desa Tewang Manyangen, saat hendak memfotocopy KTP orang tuanya. Saat itu korban dipaksa dan dibawa ke dapur kantor desa hingga dicabuli. (Er)

Sumber Tribratanews.kalteng.polri.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *