MENJELANG PILGUB KALTENG 2020, OKNUM WARGA DESA BELANTI SIAM INISIAL Y SEBUT EDY PRATOWO BERBOHONG, DI NILAI TIDAK PANTAS DI PUBLIKASIKAN.

oleh -413 views

PALANGKA RAYA.(jurnal88)

Persaingan calon pilgub kalteng pada tahun 2020 ini banyak berita saling menjelekan antar paslon, hal ini dinilai kurang pantas karena para paslon baik nomor 01 maupun 02 sudah memiliki program dan visi – misi masing masing

” Marilah kita bersinergi dengan sehat masa lalu tidak perlu di ucapkan dan bersainglah yang sehat. berberapa oknum warga pun tidak perlu saling mengatakan paslon ini yang baik dan ini yang tidak baik.

Menurut salah satu warga Desa Belanti siam, Yanto, yang viral di media online angkat bicara melalui media online berberapa hari yang lalu, terkait bahwa PT. Sapalar serobot tanah warga dan mengatakan bahwa bupati Edy Pratowo, berbohong.

Hal ini di bantah oleh oknum Wartawan atas Nama : Gusti Fahriansyah salah satu wartawan Media Online, yaitu Semua para paslon yang maju pada pilkada gubernur dan wakil gubernur tahun 2020, baik 01 maupun 02 bersikapkah yang sehat dan tidak perlu saling tunding menunding kemampuan, karena menjadi seorang pemimpin bukan semudah membalikkan telapak tangan, yang langsung menyulap pembangunan itu tuntas dalam waktu singkat hal itu perlu pengkajian dan perencanaan yang matang khususnya terkait dengan kebutuhan anggaran

” Dan ada salah satu warga Desa Belanti Siam mengatakan bahwa calon nomor urut 02 yang mencalonkan menjadi pasangan Sugianto Sabran yaitu Edy Pratowo dalam pemberitaan tersebut di katakan warga atas nama Yanto, bahwa Edy Pratowo bohong.

Hal ini sangat di sesalkan karena menurut penilaian Gusti Fahriansyah dari wartawan jurnal88 bahwa warga atas Nama Yanto tersebut sudah memanfaatkan situasi dalam ajang pesta demokrasi pilgub 2020, dan mengapa tidak dari dulu di ucapkan dengan bupati yang bersangkutan, dan mengapa baru sekarang ketika beliau mencalonkan Pilgub 2020,

Hal semacam ini di duga kuat ada unsur bermuatan politik untuk menjatuhkan nama seseorang artinya mencari kesempatan dalam kesempitan agar image warga menurun.

” Siapapun yang menjadi Pemimpin kepala daerah dan siapapun pemenangnya, itulah pilihan masyarakat, dan tidak perlu menjanjikan hal hal yang tidak masuk akal dan biarlah masyarakat memilih pemimpinnya dan tidak perlu di intervensi serta mengubar janji, karena masyarakat sekarang perlu kenyataan dan bukti.

Pemimpin tidak ada yang hebat dan tidak ada yang di agungkan tentang kemampuannya membangun suatu daerah, dan pemimpin yang hebat dan di agungkan itu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa.

” Marilah kita pupuk rasa persatuan dan marilah kita bina Ke Bhinika Tunggal Ika, marilah kita hidup damai dan aman artinya ” Dimana Bumi Di Pijak di Situlah Langit Kita Junjung “

” Dan Janganlah Pesta Demokrasi Pilkada ini membawa Setimen Pribadi “dan Agama”

Dan hilangkan lah Rasa Kebencian, masih ada hari esok untuk membahas masalah sengketa lahan, ” Biarlah Pesta Demokrasi Pilkada Kalteng 2020 berjalan Lancar dan Damai serta Aman ” Dan Biarlah masyarakat memilih sesuai hati Nuraninya, dan tiada yang berkuasa di muka bumi ini melainkan Tuhan sebagai Sang Penguasa karena ” Dialah pencipta alam semesta ini.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.