PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI UMKM DI MASA PANDEMI

oleh -269 views

KALTENG. (jurnal88)

Pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang terdampak krisis akibat pandemi Covid-19. Hanya segelintir pelaku UMKM yang masih bisa bertahan di tengah lesunya ekonomi nasional karena pasar yang hilang dan terbatasi dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), serta aturan Work From Home yang diterapkan berbagai perkantoran.
Tak sedikit UMKM memanfaatkan media sosial untuk menjual produknya itu, akan tetapi banyak juga persoalan yang dihadapi dalam pemanfaatan jejaring tersebut.

Media sosial mempunyai pengaruh yang sangat besar, masyarakat lebih cepat menerima informasi lewat internet. Dengan akses yang mudah dan cepat hal ini dimanfaatkan oleh para pengusaha kecil UMKM untuk lebih berani mempromosikan produk produknya karena jaringan internet sangat luas dan tidak ada batasan waktu dan wilayah menjadi media pemasaran yang efektif. Oleh karena itu media sosial dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan usaha terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) khususnya untuk mempromosikan usaha usahanya

“Dan pada saat ini banyak sosial media yang dapat digunakan untuk promosi dan memang untuk saat ini banyak sekali pegiat media sosial menjadi ladang keuntungan untuk berjualan secara online.
Salah satu pengrajin anyaman rotan yang berada di Kalimantan Tengah yaitu, Ibu Niang. Berawal dari keinginan untuk melestarikan kearifan lokal suku Dayak, Ibu Niang membuka galeri Jawet Niang sejak awal tahun 2015 yang lalu. Galeri Jawet Niang tersebut berisikan produk-produk hasil kerajinan anyaman rotan olahannya sendiri.
Ibu Niang menuturkan bahwa sejak adanya PSBB tersebut pelanggan yang mengunjungi galerinya mulai berkurang, walaupun masih ada pembeli yang datang berbelanja ke toko namun tidak seramai biasanya. “Toko kita tetap buka tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menyiapkan tempat cuci tangan” ucapnya, Rabu (25/11/2020).

” Ia mengutamakan penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan COVID-19.
Lebih lanjut, Ibu Niang menyampaikan bahwa pada awal pandemi tidak dapat dipungkiri bahwa terjadi penurunan pada omset penjualan produknya Dengan menggunakan media sosial yang jangkaunnya luas dan tidak terbatas membuat sebuah peluang yang sangat besar untuk dijadikan sarana promosi. Dengan strategi bagaimana kita melakukan pemasaran secara online sehingga penjual dapat mempunyai konsumen dari luar daerah.
Selain, penjual dapat dengan mudah melakukan kontak dengan pelanggan atau konsumen.

Dengan media sosial sebagai alat untuk berinteraksi dengan mudah dan cepat sehingga penjual lebih akrab dan dekat dengan pelanggan serta dapat memantau apa kebutuhan pelanggan dan dapat menerima kritikan yang menjadi evaluasi untuk penjual.
Sangat banyak keuntungan yang dapat dirasakan oleh Ibu Niang, dengan memanfaatkan penggunaan media sosial selama pandemi, seperti mudahnya mendapatkan konsumen karena meningkatnya jumlah konsumen yang beralih menggunakan media sosial, dan kemudahan proses penjualan dan promosi karena konsumen dapat dengan mudah mengakses dan melihat langsung produk yang dijual pada media sosial. (fr/diskominfosantikkalteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *