PEMPROV KALTENG DUKUNG SENSUS PENDUDUK SEPTEMBER 2020

oleh -128 views

Palangka Raya, (jurnal88.co.id)

Pada bulan September 2020 ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan tahapan kedua Sensus Penduduk Tahun 2020 (SP2020), yaitu Pendataan Lapangan. Untuk tahapan pendataan lapangan tersebut, BPS akan langsung mengirimkan petugas ke rumah para penduduk yang belum mengikuti tahapan Sensus Penduduk (SP) Online yang digelar pada tanggal 15 Februari s.d. 29 Mei 2020 lalu.

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) sangat mendukung pelaksanaan Sensus Penduduk pada Bulan September 2020 tersebut. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Wagub Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya saat memimpin rapat Tindak Lanjut Kickoff Sensus Penduduk Tahun 2020, bertempat di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, pada Senin, 31 Agustus 2020.

“Mari kita dukung proses pendataan penduduk di Bulan September ini. Bagi perangkat daerah, seperti Camat, Lurah dan Ketua RT, kami harapkan dapat mendukung penuh dengan membantu setiap proses lapangan Sensus Penduduk 2020 September. Bagi penduduk Kalimantan Tengah yang belum berpartisipasi dalam SP Online, saya harap dapat menerima kedatangan petugas dengan baik dan memberi informasi yang sebenar-benarnya,” kata Wagub Kalteng.

Akibat pandemi Covid-19, tahapan pendataan lapangan Sensus Penduduk 2020 ini sendiri terpaksa diundur, yang semula direncanakan pada Bulan Juli 2020, akhirnya dilaksanakan pada Bulan September. “Sensus Penduduk yang sedianya dilakukan pendataan lapangan pada Bulan Juli harus diundur hingga September. Saya yakin BPS telah menyiapkan dengan baik proses lapangan yang akan dilakukan nanti, mulai dari petugas yang telah dipastikan bebas Covid-19. Saya berharap petugas tersebut dapat menjalankan tugas lapangan dengan baik dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ungkap Wagub Habib Ismail.

“Kondisi pandemi Covid-19 saat ini membutuhkan kewaspadaan dan perhatian dari kita semua. Seluruh penduduk harus terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Hal ini untuk memutus penyebaran virus (Covid-19). Adaptasi ini perlu kita lakukan, mengingat roda kehidupan tidak boleh berhenti, perekonomian harus tetap berjalan, proses Iayanan masyarakat tidak boleh berhenti,” imbuh Wagub.

Selanjutnya, Wagub Kalteng pun menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya menyampaikan, data adalah jenis kekayaan baru bangsa, yang Iebih berharga dari minyak. Untuk itu, kedaulatan data harus diwujudkan, di mana hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi, dan regulasinya harus segera disiapkan, tidak boleh ada kompromi. “Betapa strategisnya data terutama memasuki era revolusi industri 4.0, sehingga dibutuhkan pengelolaan data yang profesional, berintegritas, dan amanah. Salah satu data strategis yang sangat dibutuhkan untuk berbagai kepentingan adalah data penduduk,” pungkas Wagub Habib Ismail Bin Yahya. (erikson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *