PENJABAT TEKNIS SIBUK, PEMELIHARAAN DIABAIKAN, JALAN SEMAKIN PARAH KERUSAKANNYA

oleh -149 views

Pulang Pisau.(JURNAL88)

Ruas Jalan darat merupakan salah satu akses terpenting untuk dilalui pengguna jalan Roda dua dan Empat yaitu dari Ruas simpang jalan Nasional hingga menuju Kecamatan Kahayan Kuala/bahaur Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.

Ruas jalan tersebut adalah milik Dinas PUPR Kalteng yang di kerjakan Pihak Pihak Kontraktor, dengan Sistem Multiyes, Dan sangat di sayangkan jalan yang menelan Anggaran APBD Ratusan Miliyar tersebut tidak maksimal, diakibatkan lemahnya pengawasan dari dinas terkait yang menangani jalan tersebut.

Hingga berita ini di publikasikan, tidak ada satu pun penjabat teknis di lapangan untuk di konfirmasi terkait dengan rusaknya jalan tersebut, padahal jalan yang menelan anggaran dana yang cukup fantastik dinilai hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat, Ruas jalan terparah, mulai titik desa Kalawa, hingga desa Kanamit dan Maliku serta Kecamatan Pandih Batu maupun menuju Pelabuhan Penyeberangan Bahaur Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang pisau,

Kondisi ini juga akibat maraknya angkutan truk pembawa buah sawit dan truk fusso angkutan pembawa kayu Sengon dan Galam yang melebihi kapasitas tonase, hal ini perlu adanya penertiban oleh dinas Perhubungan, baik kabupaten maupun Provinsi Kalimantan Tengah.

Untuk di ketahui jalan yang penanganannya oleh dinas PUPR Kalteng, sebagian sudah beraspal mulus dan sebagian masih dalam pengerasan, namun jika pengawasan dari dinas teknis terkait, khususnya bidang bina marga lemah, maka jalan yang menelan anggaran ratusan miliyar tersebut di nilai sia sia, apalagi pemeliharaan di abaikan tentu kondisi jalan baik yang sudah diaspal maupun pengerasan Kondisinya semakin parah.

Jangan ada dusta diantara kita, Ibarat lagu putus nyambung, apalagi sekarang masuk musim penghujan dan sebentar lagi lebaran di tambah lagi terkait dengan penularan wabah virus corona atau di sebut covid 19, membuat ekonomi masyarakat, menurun draktis karena mahalnya bahan sembako yang datang dari provinsi terdekat, sedangkan masyarakat yang sehari hari sebagai petani, sulit menjual hasil panennya melalui jalan provinsi, karena banyak kubangan lumpur yang semakin hari bertambah parah.

Menurut Suparno.(45) tahun warga maliku, meminta dinas terkait meluangkan waktunya khususnya kabid bina marga turun kelapangan untuk mengantisipasi kerusakan jalan tersebut, serta melakukan pemeliharaan jalan untuk mengkondisikan pihak kontraktor melakukan perbaikan, dan jika penjabat teknis selalu sibuk dan selalu sibuk dengan covid 19, kapan lagi ? apalagi ruas jalan yang di aspal kini rumput sudah tumbuh subur di kiri – kanan badan jalan sehingga ketika melewati tikungan tampak tak terlihat, hal ini rawan dengan kecelakaan, mana dana pemeliharaan pembersihan tersebut,ucapnya.(ARF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *