PERAN PIMPINAN DAERAH MONITORING PENYALURAN BANTUAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19

oleh -242 views

KALTENG.(jurnal88)

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berawal dari kota Wuhan, Propinsi Hubei, Cina, dari kota tersebut virus terus menyebar ke seluruh dunia sampai saat ini, mengakibatkan peningkatan angka kesakitan yang sangat cepat dan juga mengakibatkan kematian pada orang yang terkena COVID-19 terutama yang disertai dengan penyakit lainnya seperti darah tinggi, diabetes, kanker, PPOK, Asma dan lainnya. Kemudaian pada tanggal 12 Febuari 2020, WHO menamainya Virus Corona dengan nama resmi COVID-19. (11/11)

Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi kasus pertama Covid- 19 di Indonesia di Istana Negara tanggal 2 Maret 2020. Dua warga negara Indonesia yang positif Covid-19 tersebut mengadakan kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Sebulan lebih sesudah masuknya Covid-19 ke Indonesia, untuk pertama kalinya tercatat angka kesembuhan pengidap covid-19 lebih besar dari jumlah penduduk yang meninggal karena virus tersebut. Tanggal 7 November 2020, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia menunjukkan 548 364.417 pasien yang sembuh, sedangkan jumlah pasien meninggal 14.540 orang.(sumber: satuan tugas covid 19 ). Namun, data kesembuhan pasien Covid-19 yang melampaui angka pasien meninggal bukanlah tanda bahwa wabah virus ini akan segera teratasi di Indonesia. Sejauh ini, angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Angka kesembuhan di Kalimantan Tengah pun jumlah pasien sembuh 4060 orang dan jumlah pasien meninggal 164 orang.
sejak kasus Covid-19 di Kalimantan Tengah, berbagai permasalahan sosial dan ekonomi muncul di tengah masyarakat.

Semakin hari permasalahan sosial ekonomi yang ditimbulkan akibat Covid- 19 semakin terlihat nyata bagi masyarakat. Beberapa masalah sosial ekonomi yang terjadi akibat Covid-19 diantaranya : Kelangkaan barang, adanya prasangka dan diskriminasi terhadap korban Covid-19, peningkatan tindakan kriminal, melemahnya sektor pariwisata, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat.
Strategi penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah dilakukan dengan aktif dan cepat khususnya yang berkaitan dengan realokasi anggaran difokuskan untuk penanganan covid-19. Upaya yang dilakukan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19 dengan cara memberikan bantuan sosial kepada kelompok masyarakat rentan namun tampaknya tak berjalan mulus. Masih banyak yang mengeluh tak menerima bantuan, padahal ekonomi mereka praktis tersendat imbas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah contohnya : Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Muara Teweh.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 tahun 2017 Tentang Penyaluran bantuan sosial secara non tunai.Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan: Bantuan Sosial adalah bantuan berupa uang, barang, atau jasa kepada seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan/atau rentan terhadap risiko sosial.

Resiko sosial yang di akibatkan oleh wabah Covid-19 membuat masyarakat rentan terhadap pemenuhan kebutuhan sandang diantaranya adalah pemenuhan kebutuhan kehidupan masyarakat yang terdampak Covid-19 akibat lumpuhnya ekonomi masyarakat seperti PHK,UMKM yang sepi, dan segi-segi ekonomi masyarakat lainnya.
Peran pimpinan daerah sangat diperlukan untuk memonitoring pendistribusian Penyaluran Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Tahap II di Desa Baamang, Kabupaten Sampit beberapa waktu lalu. Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Kotawaringin Timur yang mendapatkan bantuan sosial melalui APBD sebanyak 26.012 KK tersebar di 17 Kecamatan, khususnya Kecamatan Baamang sebanyak 5.030 KK.

Plt. Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya menekankan bahwa memonitoring penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak covid-19 dengan dasar data yang akurat agar tepat sasaran.

Habib Ismail Bin Yahya mengatakan kepada seluruh masyarakat Kalteng agar mendukung upaya mengatasi Pandemi Covid-19 di Provinsi Kalteng khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Habib Ismail Bin Yahya menyampaikan secara statistik upaya – upaya sosialisasi, edukasi, pencegahan dan penanganan terhadap korban pandemi Covid-19 di Kalteng semakin menunjukkan hasil yang signifikan.

“Apabila upaya pengurangan dampak ekonomi dan sosial berupa Bantuan Sosial yang kita lakukan ini bisa berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat, saya yakin Kalimantan Tengah akan segera terbebas dari Pandemi Covid-19. Untuk itu mari kita jangan lengah tetap semangat tetap optimis sampai kita berhasil mengalahkan Pandemi Covid-19 ini”, ucap Habib Ismail Bin Yahya.

Melalui momentum ini, Plt Gubernur Kalimantan Tengah mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk Bersama untuk tetap semangat berkarya dan bekerja selama pandemi.”Mari wujudkan Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit”, tutupnya.
(Fera/pranata

Humas :
diskominfo kalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *