PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL DIHARAPKAN MAMPU MENGGERAKAN UMKM DI KALTENG

oleh -162 views

KALTENG. (jurnal88.co.id)

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat ini tengah diupayakan guna menjaga roda perekonomian di Indonesia. Program tersebut diadakan sebagai langkah pemerintah mendukung pelaku UMKM di era pandemi COVID-19 yang masih belum usai hingga saat ini. Banyak upaya dan strategi sudah dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Salah satunya di Kalimantan Tengah. Pemprov Kalimantan Tengah telah mengambil beberapa langkah dalam rangka menjalankan pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Pemprov Kalimantan Tengah fokus melaksanakan berbagai upaya dalam rangka PEN tersebut kepada masyarakat para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berada di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov, kurang lebih terdapat 40.568 UMKM yang ada di daerah Kalimantan Tengah. Program PEN ini sendiri telah dilaksanakan Pemprov Kalimantan Tengah sejak awal program ini telah diperkenalkan oleh pemerintah pusat.
“Kami telah turun langsung ke lapangan dan pedesaan untuk memantau dan membina pelaku UMKM dan masyarakat sebagai salah satu langkah nyata Pemprov Kalimantan Tengah menjalankan program PEN ini.” ujar Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Tengah, Ati Mulyati, SE saat menjadi narasumber dalam acara Webinar, bertempat di Gedung Smart Province, Kamis, (26/11/2020).

Sebagai salah satu contoh, Pemprov telah mengadakan kunjungan ke salah satu kelompok usaha produktif di Desa Palinget, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Dalam kunjungan tersebut,pihak Pemprov telah melakukan pendataan selain memantau kegiatan yang dilakukan masyarakat pelaku usaha. Ini sangat berguna untuk mengetahui adanya permasalahan ataupun kendala yang mungkin saja dapat menghambat berlangsungnya usaha pegiat UMKM di desa tersebut.

Selanjutnya, Ati menambahkan bahwa selain itu, pihaknya juga telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kepada pelaku UMKM dan masyarakat. “Dalam hal ini ada beberapa bentuk pelatihan yang telah kami laksanakan, yaitu Pelatihan Vocational, Pelatihan Kewirausahaan, Pelatihan Akuntansi KSP/USP dan Pelatihan Penerapan Nilai Dasar dan Jati Diri Koperasi” jelasnya.

Pelatihan-pelatihan ini diadakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk 9 Kabupaten yang belum mendapatkan dana DAK.
Pelaksanaan pelatihan yang telah dilakukan yaitu Pelatihan Vocational kepada masyarakat pengrajin anyaman rotan dengan hasil produksi seperti tikar/lampit, rambat, topi, tas dan lain lain yang berada di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Seruyan. Selain itu, Pelatihan Manajemen Akuntansi KSP/USP serta Pelatihan Penerapan Nilai Dasar dan Jati Diri Koperasi di Kabupaten Barito Utara.

“Pemprov Kalimantan Tengah juga telah memberikan bantuan berupa BLT, Bansos DID serta peralatan dan bahan baku sebagai awal untuk membuka usaha bagi masyarakat.” tambahnya. Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelaku UMKM saja tetapi juga kepada masyarakat yang ingin membuka usaha sendiri di daerah Kalimantan Tengah namun terkendala peralatan dan bahan baku. Pemprov dianggap harus membantu dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin membuka usaha sendiri. Selain bantuan yang diberikan oleh pemerintah provinsi, para pelaku UMKM di Kalimantan Tengah juga telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Bantuan Presiden (Banpres) Produktif UMKM yang penyaluran bantuannya juga melalui Pemprov Kalimantan Tengah.

Berbagai upaya ini telah dilaksanakan dengan baik oleh Pemprov Kalimantan Tengah untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemulihan ekonomi saat ini diadakan dari daerah-daerah dahulu agar dapat terrealisasi dengan baik di tingkat nasional atau pusat. Ati juga mengharapkan bahwa melalui program PEN dapat membantu UMKM yang ada di Kalimantan Tengah tetap berjalan di masa pandemi COVID-19 kini bahkan dapat naik kelas, lebih dikenal baik dalam ranah nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *