PSBB KOTA PALANGKA RAYA AKAN DILAKSANAKAN TANGGAL 11 MEI NANTI

oleh -226 views

Palangka Raya, (jurnal88)

Tidak bisa dibiarkan dan dianggap sepele, sampai hari ini pasien positif covid-19 di Kalimantan Tengah semakin bertambah. Dimana untuk mengurangi penyebaran virus ini adalah setidaknya ada pembatasan jarak maupun penutupan sejumlah tempat. Dan akhirnya surat pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah ke Kementrian Kesehatan telah disetujui. Hal itu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/294/2020 Tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar Di Wilayah Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Rangka Percepatan Penanganan Virus Corona atau yang disebut juga dengan Covid-19.

Dengan dikeluarkannya persetujuan atau SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia ini, untuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota Palangka Raya bersama DPRD Kota Palangka Raya dan Forkopimda menggelar rapat terkait pelaksanaan PSBB, pada hari Jumat,08/05/2020 sore. Dalam Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto dan dihadiri Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah, Kapolresta, Dandim 1016 dan unsur Forkopimda yang bertempat di GPU Palampang Tarung jl. Cilik Riwut km. 5 kota Palangka Raya.

Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya rencananya akan mulai dilaksanakan Senin 11 Mei 2020. “PSBB akan diterapkan mulai Senin, 11/05/2020 nanti, selama 14 hari dan sebelum penerapan PSBB pihaknya akan melakukan sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk melakukan penyemprotan massal di masing-masing wilayah pemukimannya”. Ucap Wali Kota Palangka Raya Umi Muslikah.

Penerapan PSBB akan dilaksanakan dua minggu atau 14 hari. Untuk selanjutnya akan melakukan evaluasi dan melihat hasil penerapan tersebut. “Apabila memungkinkan akan diperpanjang kembali 14 hari berikutnya, jadi totalnya bisa sekitar 28 hari penerapan PSBB,” kata Umi.

Lebih lanjut dijelaskan Umi, fokus utama dalam penerapan PSBB di Kota Palangka Raya, yakni memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun penerapan tersebut tidak serta-merta menghentikan seluruh kegiatan masyarakat, khususnya di bidang perekonomian.

“Fokusnya adalah memotong mata rantai penyebaran Covid-19, tetapi tidak mematikan sumber penghidupan masyarakat. Artinya kita tetap tidak melarang, tetapi kita mengatur sesuai dengan protokol kesehatan.”pungkasnya diakhir pembicaraan. (erikson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *