PT UAI Diduga Garap Tanah Warga Desa Dadahup Tanpa Izin

oleh -98 views

KAPUAS, JURNAL88,co.id -Perusahaan Besar Swasta PT. United Agro Indonesia (UAI) ysng bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, yang beroperasi wilayah Desa Dadahup Kecamatan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah diduga kuat telah menyerobot tanah warga dan menggarapnya dengan menggunakan alat berat tanpa ada pemberitahuan kepada pemiliknya, Rabu (07/12/2022).

Sumanto, mendatangi kantor media “Dalam keterangannya selaku pemilik lahan tanah yang berlokasi di Saka Patung Desa Dadahup Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas dengan luasan 47, 24 hektar sangat keberatan dengan tingkah laku oknum perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan yang dengan sengaja menggarap lahan tanah miliknya dengan menggunakan alat berat tanpa seijin dan sepengatahuannya.

Padahal tanah tersebut sudah di kuasai dari tahun 1950 SPT tahun 2003 dan sudah mengikuti aturan pemerintah dalam memenuhi hak kewajiban sebagai pemilik tanah, akan tetapi masih saja ada oknum oknum perusahaan perkebunan yang berani menggarap lahan saya, dengan adanya kejadian ini saya lakukan pemortalan terhadap jalan yang berada di tanah tersebut “ungkapnya.

Kronologis, pada tanggal 21 Mei 2022, ada pemberitahuan dari family saya di kampung bahwa ada kegiatan penggerapan lahan yang berlokasi tepat diatas tanah milik saya, selanjutnya saya mencek ke lokasi dan benar ada aktifitas berlangsung di lahan tersebut, dengan kejadian itu saya melakukan penelusuran siapa yang melakukan kegiatan penggarapan lahan saya “karena belum jelas akhirnya saya menuju kekantor kecamatan untuk menggali informasi kejelasan siapa oknum yang bertanggung jawab atas penggarapan lahan saya.

Selanjutnya setelah melakukan pemberitahuan kepada pihak kecamatan bahwa ada diduga kuat suruhan PT. United Agro Indonesia (UAI) perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dengan beberapa orang telah melakukan aktifitas penggerapan terhadap tanah mllik saya menggunakan alat berat saat menggusur tanah tersebut.

Berdasarkan itu sayapun berusaha memperingati pihak pekerja dengan memberikan surat teguran agar stop melakukan aktifitas diatas lahan saya, karena belum menemukan solusi yang jelas akhirnya saya memohon kepada pihak pemerintahan kecamatan dadahup agar bisa membantu memfasilitasi untuk melakukan mediasi terhadap perusahaan yang telah mennggarap lahan tersebut sebagai penanggung awab atas kerusakan pada tanah serta tanam tumbuh diatasnya.

Berkisar seminggu setelah permohonan saya ajukan melewati kecamatan agar bisa bermediasi dengan pihak perusahaan “Akhir bias terlaksana pada tanggal 28 Mei 2022, dengan di hadiri oleh perwakilan dari perusahaan dan pihak kecamatan serta saya sendiri beserta mantan kepala desa tambak bajai, adapun mediasi pertama belum menemukan titik kesapakatan yang jelas, akan tetapi berlanjut dengan tahapan berikutnya untuk dilaksanakan lagi mediasi.

Berlanjut mediasi kedua, pada tanggal 28 juni 2022 “Akhirnya kedua belah pihak sama sama memperlihatkan legalitas kepemilikan tanah lahan tersebut, namun pihak perwakilan perusahaan tidak bisa memperlihatkan keaslian segel lahan yang ada di garap pada saat ini. “Mereka cuma bisa memperlihatakan poto copy segel 1984. dengan luasan tidak jelas menurut saya.”Ungkap Sumanto.

Karena masih sifat foto copy saya meminta supaya di perlihatkan aslinya, sampai mediasi ke tiga pada tanggal 14 juli 2022, bertempat di kantor kecamatan dadahup kab. Kapuas, Merekapun tetap tidak bisa memperlihatkan aslinya. Berdasarkan hal tersebut terbukti bahwa keaslian kepemilikan tanah tersebut jelas diragukan kepemilikannya atau warkahnya tanah tersebut menurut legalitas yang diperlihatkan oleh pihak perusahaan PT.UAI, sedangkan punya saya jelas aslinya semua ada kata “Sumanto, dengan memperlihatkan bukti asli segel tahun 1950 turun temurun nenek moyang kami sampai tahun 2003 telah diterbitkan SKT atas kepemilikan ahli waris nama saya sendiri hingga sekarang dengan luasan 47.24 Hektar.

Adapun hasil yang di sepakati dalam mediasi tersebut lahan tanah yang ada secara legalitas memenuhi menurut camat sudah sesuai aturan pemerintah atas kepemilikan secara administrasi dan legalitas lengkap adalah punya saya sendiri atas nama Sumanto, dan ini sangat merugikan saya sebagai pemilik resmi tanah lahan tersebut.”Katanya.

Harapan saya kepada pemerintah setempat dan kabupaten serta Pemda provinsi Kalimantan Tengah agar bisa kiranya memberikan solusi atas permasalahan yang menimpa kepada saya terutama nasib lahan tanah yang luasannya sekitar empat puluh tujuh hektar tersebut.

Hal ini akan saya perjuangkan sampai kemanapun pihak perusahaan PT. United Agro Indonesia (UAI) mereka membawa permasalahan secara hukum yang berlaku, karena saya merasa yang berhak atas kepemilikan lahan tanah itu adalah saya sendiri atas nama Sumanto.”Tutupnya.

( Red Jurnal88 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.