RSUD Kuala Kurun Nyatakan Korban Meninggal Akibat Covid-19, Keluarga Tak Terima

oleh -268 views

Kuala Kurun, (jurnal88)

Warga Kota Palangka Raya yang beralamat dijalan Pantai Cemara Labat II Kecamatan Pahandut telah dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar virus Corona (Covid -19) oleh pihak Rumah Sakit Daerah Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas.

Korban bernama Rusmadiansyah (40) yang sehari – harinya bekerja sebagai pengantar ikan dari Palangka Raya dibawa ke Kuala Kurun. Peristiwa terjadi di pelabuhan Kuala Kurun, Rabu (27/05/2020) pukul 04.30 WIB.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya pedagang ikan ini. Namun dari keterangan sejumlah saksi sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan sakit perut.

Dari keterangan teman korban, sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluh sakit perut. Setelah itu teman korban ini meninggalkannya untuk melakukan bongkar muat. Setelah beberapa lama melihat korban tak kunjung datang, menyusulah temannya ini dan langsung mencari korban, kemudian korban ditemukan tergeletak didepan kamar mandi pelabuhan dekat komplek pasar.

“Pada hari Rabu (27/05/2020) dinihari seperti biasanya korban mengantarkan ikan ke Kuala Kurun dengan menggunakan mobil pick up. Sesampai di Pelabuhan korban hendak buang air besar di toilet yang ada di Pelabuhan. Sesampai didalam toilet tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh hingga menghembuskan napas terakhir, “ucap Syahrun salah satu pihak keluarga korban yang juga sebagai Ketua NU Kota Palangka Raya.

“Korban diketahui setelah satu jam yaitu pukul 05.30 WIB, pada saat ditemukan warga yang ada di Pelabuhan tidak berani mendekat apalagi menolongnya karena takut kalau saja korban meninggal akibat Covid -19. Kemudian Tim Gugus Covid-19 menjemputnya dan membawa ke Rumah Sakit Kuala Kurun untuk diotopsi, “ujarnya.

Setelah diotopsi jenazah diperlakukan sesuai dengan prosedur protokol Covid-19 untuk dimakamkan. Pada saat pihak keluarga dari Palangka Raya datang jenazah sudah didalam peti. Pihak keluarga berniat untuk membawa jenazah ke Palangka Raya namun ditolak oleh pihak Rumah Sakit. Salah satu dokter yang berinisial (IN) mengatakan bahwasannya Rusmadiansyah ini meninggal akibat Covid-19.

Hal ini dibantah oleh pihak keluarga karena sebelum masuk ke Kuala Kurun korban sudah diperiksa dan dia tidak ODP dan PDP. Pihak keluarga (H.Muhammad Syahrun) menyayangkan pihak Rumah Sakit yang begitu cepat memfonis adiknya meninggal karena Covid-19, padahal uji lab dan swab belum keluar.

“Untuk itu apabila nantinya uji lab dan swab sudah keluar dan adiknya negatif Covid-19 maka kami akan menempuh jalur hukum untuk menuntut tim Gugus Covid-19 Kuala Kurun. Karena akibat stegmen ini kami pihak keluarga merasa dikucilkan oleh masyarakat terutama para tetangga, “terangnya (erikson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *