SAKSI PALSU PILBUP 2010 DI MK ANGKAT BICARA

oleh -593 views

PALANGKA RAYA.(jurnal88)

Pernyataan sikap di Pilbup 2010 saat ini membuat 14 orang dari 68 orang mantan saksi palsu untuk pak Ujang Iskandar  di MK pada Pilkada 2010 dulu di Kabupaten Kobar, Kota Waringin Barat angkat bicara pada jumpa pers di Palangkaraya  hari Rabu tanggal 16 Desember 2020 jam 12.00 wib .

Mereka menyampaikan semua keluh kesah mereka  derita mereka sampai dua orang diantara mereka harus ditahan dengan putusan 6 tahun  penjara tanpa ada bantuan pengacara untuk mendampingi mereka, seperti yang di alami oleh ibu Ratna Mutiara ,anak nya harus berhenti bekerja demi merawat Nenek nya yang sudah tua menggantikan dia  yang harus ditahan dan ibu Ratna Mutiara harus kerja mengambil upah bersih-bersih nyuci piring di Mabes, tidak pernah ditengok atau dibantu sama sekali oleh pak Ujang Iskandar, mereka merasa hina berdosa dengan kesaksian palsu mereka yang sudah diatur atau direncanakan tim Ujang Iskandar dengan banyak janji yang sangat manis-manis kami di janjikan bahwa kami semua yang memberi kesaksian nanti akan hidup enak yang Kristen akan diajak jalan ke Yerusalem, dan yang muslim akan di berangkatkan Umbroh dan yang mau masuk pegawai akan dibantu untuk bisa menjadi pegawai, tapi tidak pernah terialisasi , bahkan uang saya pun 500 juta yang di pinjam untuk pilkada saat itu sampai sekarang belum dibayar lunas dicicil sedikit demi sedikit oleh pak Ujang , “Ucap bapak Emen .

Pesan moril yang mau kami sampai kan kepada semua masyarakat Kalimantan tengah supaya tidak menjadi korban politik dengan berbagai macam janji-janji manis apa lagi diminta menjadi saksi saksi palsu, cukup kami yang hina ini merasakan semua pahit dan rasa sakitnya menjadi pembohong, kami di tampung selama dua bulan di dalam satu rumah di jakarta, di kasih Pelatihan setiap hari dari pagi sampai malam untuk bersaksi di MK  sebanyak 68 orang yang bersaksi ini semua di ajarkan untuk bersaksi bohong semua, tambah” Pak Kusniadi.

Kami semua berharap agar masyarakat Kalimantan tengah bisa damai tenang dan bisa bijak mengambil segala keputusan dan langkah dalam situasi politik seperti saat ini.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.