SEORANG AKTIVIS MUDA YANG MEMBERI PESAN MORAL, KEPADA AKSI INSIDEN KANJURUHAN DI MALANG

oleh -152 views

Malang, JURNAL88.co.id -Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruan dengan mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia, dan juga luka-luka, Sabtu (01/10/22)malam.

Akibat dari insiden itu tercatat ada menelan korban meninggal dunia kembali bertambah. Informasi terbaru korban tewas telah mencapai 174 jiwa.

Perlu diketahui bahwa tragedi kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan korban jiwa itu lantaran para suporter kecewa.

Sehingga para suporter turun ke lapangan dan mengejar para pemain dan official, selanjutnya petugas melakukan upaya-upaya pencegahan dan Polri terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata, karena situasi pada saat itu mulai tidak kondusif.

Atas kejadian tersebut Praktisi Hukum muda, M. Enrico Hamlizar Tulis, S.H mengatakan bahwa dalam hal ini Polri wajib mengusut tuntas apa yang menjadi penyebab kerusuhan. Dan tentu adanya dibuat Tim pencari Fakta guna mengusut kasus ini baik mencari Provokator dibalik kejadian ini dan juga terhadap para pihak berwenang yang salah dalam cara pengedalian massa.

“Kita harus cari tau, apakah pada saat itu masuk keadaan darurat (force majeure) atau tidak, kalau masuk maka disini Petugas sudah menjalankan sesuai Undang-Undang. Namun jika tidak, maka bisa dikatakan peristiwa Pidana ” ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa penggunaan gas air mata sebagai upaya pengendalian massa jelas dilarang didalam regulasi FIFA Stadium Safety and Security Regulation.

“Dan apabila terbukti faktor dari banyaknya korban jiwa tersebut karena kesalahan dari cara pengedalian massa maka Kapolda Jatim pun layak untuk mengundurkan diri”ungkapnya yang sering disapa Enrico Tulis.

“Ingat, Tidak ada SOP yang menyampingkan Kemanusiaan dan tidak ada pertandingan sepak bola yang sebanding dengan nyawa”tutupnya.

( Red Jurnal88 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.